KUPANG — PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Perseroda) atau Bank NTT membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan pada paruh pertama tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, bank milik pemerintah daerah ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp81,20 miliar. Angka ini melesat 31,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp61,54 miliar.
Langkah pembenahan menyeluruh yang dilakukan manajemen di bawah kepemimpinan Direktur Utama yang baru, Charlie Paulus, tampaknya mulai menampakkan hasil. Melalui penguatan lini bisnis, pengetatan efisiensi biaya, serta perbaikan tata kelola perusahaan secara menyeluruh, Bank NTT berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang positif.
Merujuk pada laporan kinerja keuangan per Juni 2026, total aset Bank NTT tumbuh 7,30 persen secara tahunan menjadi Rp18,85 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melonjak 14,97 persen menjadi Rp15,10 triliun. Sementara itu, fungsi intermediasi perbankan juga berjalan solid dengan penyaluran kredit yang tumbuh 8,35 persen mencapai Rp13,84 triliun.
Kunci utama lompatan laba kali ini terletak pada keberhasilan manajemen menekan beban operasional. Pengeluaran operasional berhasil dipangkas 10,83 persen, dari Rp426,78 miliar menjadi Rp380,54 miliar. Langkah efisiensi ini secara langsung mempertebal margin keuntungan perseroan.





