“Saya akan menjalankan mandat dan amanah itu. Para pemegang saham sudah rapat sampai pagi, sehingga saya sangat menghargai. Oleh karenanya, saya akan mengikuti fit and proper test secara bersama-sama dengan calon lainnya,” tambah mantan anggota Forkot, Pergerakan Mahasiswa di eras Reformasi 1998 itu.
Saya sangat siap untuk melakukan Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) oleh OJK NTT sebagai otoritas pengawas. Saya yakin OJK sangat transparan, independen, dan fairness dalam melakukan penilaian terhadap integritas, kompetensi dan reputasi para calon Direksi,” tambahnya
Baginya, pencalonon Direktur Operasional dan SDM, bukanlah ajang kompetisi atau pertarungan pribadi. Akan tetapi adalah amanah dan Mandat dari RUPS yang wajib dijalankan.
Sekali lagi ini bukan ajang kompetisi atau pertarungan pribadi. Tapi ini adalah sebuah amanah dan mandat dari para pemegang saham yang wajib dijalankan,” ujar Rahmat
Proses tersebut, lanjut Rahmat, adalah bagian dari pelaksanaan GCG (Good Corporate Governance) yang sama-sama harus kita kawal sehingga prosesnya bisa berjalan tepat waktu, dan pemenuhan kekosongan jabatan direksi Bank NTT dapat terpenuhi.
Good Corporate Governance merupakan prinsip-prinsip yang diterapkan oleh perusahaan untuk memaksimalkan nilai perusahaan, meningkatkan kinerja dan kontribusi perusahaan, serta menjaga keberlanjutan perusahaan secara jangka panjang.
