Tanpa Core Banking, Bisnis Ibarat Kapal Tanpa Kompas

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Editorial Redaksi Timor Raya

Editorial ini menyoroti bahwa di Indonesia terdapat beberapa principal core banking system yang mendominasi pasar, seperti Temenos, Finacle (Infosys), TCS BaNCS, dan Avaloq, yang digunakan oleh bank-bank besar untuk mengelola transaksi, risiko, dan layanan nasabah. Para ahli menekankan bahwa core banking adalah “tulang punggung digital” perbankan modern, dan bagi pebisnis, sistem ini membuka akses ke layanan keuangan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Bacaan Lainnya

Tanpa Core Banking, Bisnis Ibarat Kapal Tanpa Kompas

Di tengah gelombang digitalisasi, core banking menjadi penunjuk arah bagi pebisnis Indonesia untuk berlayar menuju efisiensi, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Bayangkan sebuah orkestra tanpa partitur: setiap pemain memainkan nada sendiri, tanpa harmoni, tanpa arah. Begitulah perbankan tanpa core banking system. Core banking adalah partitur yang menyatukan semua instrumen—dari teller, ATM, mobile banking, hingga sistem kredit—agar menghasilkan simfoni layanan keuangan yang teratur, efisien, dan indah.

Principal Core Banking di Indonesia
Indonesia tidak memiliki satu sistem tunggal, melainkan beberapa principal core banking system global yang diadopsi oleh bank-bank nasional:

Pos terkait