Kejari Kupang, Yupiter Selan Turun Jalan: Dari Stiker Anti Korupsi Hingga Sekolah di Desa Soliu

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Sementara itu, Joni (45), seorang guru SMP, menuturkan:
“Kami sering harus membagi kelas menjadi dua sesi karena ruang terbatas. Dengan adanya tambahan tiga ruang kelas, anak-anak bisa belajar lebih nyaman. Kami berharap kontraktor serius menyelesaikan pekerjaan ini.”

 

Bacaan Lainnya

Komitmen dan Sentuhan Kemanusiaan
Yupiter memahami medan sulit, jalan berbatu, dan keterlambatan pengiriman material. Namun ia menegaskan bahwa alasan teknis tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan.
“Kontraktor harus meningkatkan kualitas pekerjaan. Jangan hanya mengejar selesai, tapi harus selesai dengan baik. Masyarakat berhak mendapatkan sekolah yang layak,” ujarnya.

Di balik sikap tegas itu, ada sentuhan kemanusiaan: keinginan agar anak-anak Desa Soliu bisa belajar di ruang kelas yang aman dan nyaman.

 

Dari Stiker ke Sekolah
Kampanye Anti Korupsi di Oelamasi dengan membagi stiker hanyalah permukaan dari komitmen besar Kejari Kupang. Di lapangan, Yupiter Selan menunjukkan bahwa hukum bukan sekadar menindak, tetapi juga mengawal pembangunan agar tidak mubasir.

Di Desa Soliu, hukum bertemu dengan harapan. Pesan Anti Korupsi yang dibawa dari Oelamasi menemukan maknanya di ruang kelas sederhana: masa depan anak-anak Kupang yang berhak atas pendidikan layak.

Pos terkait