Sidang Mokris Lay: Narasi Penelantaran Retak, BAP yang Rapuh dan Fakta Rp10 Juta Per Hari Membongkar Kebenaran

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya-Lot

Selain itu, Mokris juga terbukti menyediakan mobil keluarga yang masih digunakan Anggi untuk antar jemput anak, serta bukti transfer gaji DPRD yang rutin disalurkan. Fakta-fakta ini memperkuat argumen bahwa narasi penelantaran tidak berdasar.

Saksi yang Berbalik
Momen krusial terjadi ketika saksi JPU menyatakan bahwa BAP yang ditandatangani di kepolisian tidak dibaca secara cermat, melainkan hanya mengikuti pembacaan penyidik. Pernyataan ini mengguncang ruang sidang, karena menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas proses penyidikan.

“Saya hanya mengikuti pembacaan penyidik, tidak membaca detail isi BAP sebelum menandatangani,” ungkap saksi di hadapan hakim.
Pernyataan ini memberi amunisi baru bagi tim kuasa hukum untuk menyoroti dugaan ketidakcermatan aparat dalam menangani perkara.

Dimensi Emosional: Anak Memeluk Ayah

Sidang juga menghadirkan momen emosional ketika anak pasangan tersebut, Aska, memeluk ayahnya di ruang sidang. Adegan ini menjadi simbol kuat yang membantah tuduhan bahwa Mokris mengabaikan kasih sayang terhadap anak.

Kuasa hukum Yanto Ekon menambahkan:
“Pelukan anak kepada ayahnya adalah bukti nyata adanya cinta dan kerinduan. Tuduhan bahwa Mokris tidak peduli pada anak-anaknya runtuh seketika.”

Pos terkait