Kisah persidangan tata niaga garam Sabu Raijua ini menjadi cermin buram bagaimana aturan main yang tidak jelas berujung pada sengketa hukum yang berbelit. Di satu sisi, fakta menunjukkan ribuan ton garam telah keluar tanpa dokumen sah dan uang pembayaran tak masuk kas daerah; namun di sisi lain, proses hukum diuji oleh pertanyaan mendasar: apakah tersangka yang disidang adalah pelaku utama, atau sekadar kambing hitam dari kekacauan birokrasi?
Terungkapnya nama pembeli akhir di Surabaya, aliran uang miliaran yang jalannya diperdebatkan, hingga ketiadaan aturan tertulis yang baku, menjadi tanda tanya besar bagi penegakan hukum di daerah. Akankah keadilan hanya berhenti pada orang yang berada di garis depan, atau akan berani menelusuri hingga ke akar aliran dana dan memperbaiki sistem yang selama ini dinilai “rusak”? Jawaban atas pertanyaan besar ini, akan terus ditunggu dalam setiap babak persidangan berikutnya.





