Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai lebih dari US$1,4 triliun pada 2024, PRIMA meyakini Indonesia memiliki potensi besar untuk memainkan peran kunci di dalam aliansi tersebut. Sebagai perbandingan, total PDB negara-negara BRICS saat ini telah mencapai sekitar US$28 triliun, mencakup lebih dari 25 persen PDB global, serta mewakili hampir 40 persen populasi dunia.
Partai PRIMA menggarisbawahi empat alasan utama dukungan mereka terhadap langkah ini:
1. Diversifikasi Ekonomi Internasional
Keanggotaan di BRICS membuka akses pasar baru di negara-negara berkembang dan mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.
2. Penguatan Diplomasi Global
Indonesia memperoleh platform strategis untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang serta mendorong reformasi tata kelola global yang lebih adil dan berimbang.
3. Transfer Teknologi dan Pengembangan SDM
Kerja sama riset dan inovasi di antara anggota BRICS dapat mempercepat penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
4. Ketahanan Nasional dan Stabilitas Kawasan
Kolaborasi di sektor energi, pangan, keuangan, dan infrastruktur akan memperkuat daya tahan nasional dan mendukung stabilitas regional di Asia-Pasifik.



