Pesawat Kesehatan Rote Kehilangan Navigasi: RSUD Ba’a Krisis Dokter Kandungan dan Penyakit Dalam

Reporter: Adrianus Ndu Ufi 
| Editor: Redaksi Timor Raya/Lot

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Rote Ndao, Mulat Daruranto, membenarkan bahwa saat ini Kabupaten Rote Ndao mengalami kekosongan dua spesialis mayor, yakni Penyakit Dalam  dan Obstetri-Ginekologi (Obgyn).

“Memang saat ini kita kosong dua spesialis mayor. Dokter organik untuk penyakit dalam dan obgyn belum ada, sehingga selama ini kita mengandalkan dokter penugasan khusus dari Kemenkes. Namun sifatnya tidak wajib, hanya berdasarkan minat,” kata dr. Mulat saat dihubungi, Jumat (13/2/2026).

Menurut dia, skema PDGS memang membantu daerah, tetapi tidak menjamin keberlanjutan layanan karena bergantung pada kesediaan dokter yang ditugaskan.

Terkait dugaan ketidaksesuaian insentif, dr. Mulat mengaku tidak mengetahui secara rinci besaran yang dijanjikan pemerintah daerah. Namun ia membenarkan bahwa dokter obgyn sebelumnya sempat menyampaikan alasan tidak melanjutkan kontrak karena insentif yang diterima tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Sumber internal RSUD Ba’a juga mengungkapkan adanya pemotongan tunjangan sekitar Rp15 juta pada Januari 2026, sehingga dokter kandungan mengundurkan diri

“Kontraknya satu tahun penuh mulai 1 Oktober 2025 dan berakhir di 30/9/2026.Namun pada Januari 2026 terjadi pemotongan tunjangan, sehingga dokter tersebut akhirnya mengundurkan diri Sebelum bulan September 2026” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (13/2/2026).

Pos terkait