Pesawat Kesehatan Rote Kehilangan Navigasi: RSUD Ba’a Krisis Dokter Kandungan dan Penyakit Dalam

Reporter: Adrianus Ndu Ufi 
| Editor: Redaksi Timor Raya/Lot

Sedangkan dr Ahli Penyakit Dalam ditugaskan dari Kementrian Kesehatan sejak Februari 2025 dan Berakhir di Januari 2026
“Pada akhir Kontrak dr Ahli Penyakit dalam tidak mau melanjutkan kontrak karena alasan insentif dikurangi,”tambah sumber itu

Sementara itu, Direktur RSUD Ba’a, dr. Yulia E. Krones, membantah adanya persoalan insentif. Ia menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan insentif tambahan sekitar Rp40 juta per bulan bagi dokter spesialis yang bertugas.

“Tidak ada masalah terkait tunjangan. Pemerintah daerah tetap memberikan insentif tambahan,” ujarnya.

Dampak pada Masyarakat
– Ibu hamil berisiko tinggi harus menempuh perjalanan jauh ke Kupang, dengan risiko keterlambatan penanganan.

– Pasien penyakit kronis kehilangan akses layanan spesialis di daerah sendiri.

– Kepercayaan publik terhadap RSUD menurun karena layanan dasar tidak terpenuhi.

Pesawat Kesehatan Tanpa Navigasi
RSUD Ba’a adalah pesawat kesehatan tipe D paripurna. Namun, tanpa dokter kandungan dan penyakit dalam, pesawat ini kehilangan pilot dan kopilot. Mesin tetap menyala, kru tetap bekerja, tetapi arah penerbangan tidak jelas. Ketika badai datang—musim hujan ekstrem yang memutus jalur laut dan udara—pesawat ini hanya bisa melayang tanpa kendali. Penumpang, yakni masyarakat Rote, terpaksa pasrah.

Pos terkait