Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM akan melakukan berbagai terobosan yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi para pelaku usaha di NTT.
KUR Rp. 1 Triliun untuk UMKM NTT
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTT dengan total dana yang disiapkan mencapai Rp1 triliun. Namun, Menteri Maman menegaskan bahwa pencairan dana tersebut bergantung pada kesiapan Bank NTT dalam memenuhi sejumlah syarat, termasuk administrasi yang rapi, laporan keuangan yang transparan, dan likuiditas yang kuat.
“Saya butuh komitmen dari Bank NTT agar dana ini benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh UMKM. Jika semuanya beres, kami langsung bantu sektor KUR,” ujar Maman.
Sebagai informasi, hingga 16 Maret 2025, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah mencapai Rp44,73 triliun, yang disalurkan kepada 788.237 debitur. Dari jumlah tersebut, sekitar 58% atau Rp26,19 triliun telah dialokasikan untuk sektor produksi, menunjukkan tingginya perhatian pemerintah terhadap UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional.
Perlindungan dan Insentif Pajak bagi UMKM
Selain pendanaan, Kementerian UMKM juga akan memastikan adanya perlindungan yang lebih baik bagi pelaku usaha kecil di NTT. Maman menyoroti berbagai insentif dan kebijakan yang bisa dimanfaatkan UMKM berdasarkan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021. Beberapa di antaranya meliputi:
