Kota Kupang,NTT, — Seperti obor yang menyalakan harapan di tengah gelap malam, Festival Paskah 2026 yang dipersiapkan pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) akan menjadi cahaya persatuan dari Nusa Tenggara Timur untuk Indonesia.
Festival Paskah 2026 akan digelar dalam tiga prosesi besar: Prosesi Damai, Prosesi Galilea, dan Prosesi Puncak Paskah. Kegiatan ini diprakarsai oleh pemuda Sinode GMIT dengan dukungan panitia yang dipimpin Simson Polin, anggota Komisi IV DPRD NTT. Prosesi dijadwalkan berlangsung pada April 2026 sesuai kalender Paskah.
Simson Polin menjelaskan, “Perayaan ini kami kemas dalam tiga prosesi utama. Bukan hanya sebagai perayaan iman, tetapi juga momentum merajut persatuan dan menyampaikan pesan damai dari NTT untuk Indonesia dan Dunia.”
Prosesi Damai akan dimulai dari Atambua, Kabupaten Belu, dengan membawa obor perdamaian melintasi Timor Tengah Selatan (TTS) dan Kabupaten Kupang, lalu dibawa dalam pawai malam Paskah di Kota Kupang. Rute pawai direncanakan dimulai dari Bundaran PU, melewati Jalan El Tari, dan berakhir di Gereja Kota Kupang. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang, dijadwalkan hadir dalam puncak kegiatan tersebut. Usai perayaan, obor perdamaian akan diseberangkan ke Pulau Rote dan ditempatkan di titik nol selatan Indonesia sebagai simbol pesan damai dari beranda selatan Indonesia.
