Sepuluh Ribu yang Merenggut Nyawa YBR : Surat dari Gubuk Bambu di Tengah Hutan Kemiskinan

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Penutup
Seperti tempayan kosong yang dibiarkan pecah di tengah ladang kering, YBR bersama empat saudaranya dan nenek renta berusia 80 tahun hidup tanpa air kehidupan dari negara. Tanpa bansos, tanpa rumah layak, mereka hanyalah bayangan yang terpinggirkan dari janji kesejahteraan.

Catatan Usul dan Saran:
– Pemerintah harus memastikan bansos benar-benar menyentuh keluarga miskin di pelosok.
– Sekolah negeri wajib menjadi ruang inklusif tanpa pungutan yang mencekik.
– Program rumah layak huni dan jaminan sosial harus diprioritaskan bagi keluarga rentan.

Karena sejatinya, senyum anak-anak adalah matahari pagi bagi bangsa. Jika matahari itu padam di gubuk bambu, maka gelaplah masa depan kita bersama.

 

Pos terkait