Albinus Kase, Ketua GAMKI TTS: Konsolidasi, Pendidikan dan Perjuangan Melawan 15 Ribu Anak Tidak Sekolah

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Albinus Kase, Ketua GAMKI TTS

“Bimbingan belajar gratis yang kami selenggarakan semuanya tidak berada di kota, melainkan di desa-desa, di lokasi yang sulit dijangkau. Kami ingin memastikan anak-anak di tempat yang paling jauh sekalipun tetap mendapat pendampingan belajar,” tambahnya.

Albinus menegaskan bahwa semua upaya ini dilakukan dalam semangat kemitraan dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, gereja, dan berbagai lembaga mitra. Verifikasi faktual terhadap anak-anak yang tidak bersekolah terus didorong agar bantuan dan intervensi tepat sasaran.

Epilog Editorial

15.000 anak yang tidak bersekolah bukanlah angka yang kecil. Itu bukan sekadar statistik — itu adalah 15.000 masa depan yang terancam gelap, 15.000 potensi yang belum sempat tumbuh, dan 15.000 harapan yang terhenti sebelum dimulai. Jika budaya masih menganggap anak lebih berguna di ladang daripada di sekolah, jika jarak dan biaya menjadi tembok yang tak dapat ditembus, maka kita sedang mewariskan kebodohan kepada generasi mendatang.

Kehadiran GAMKI TTS dengan program Sarjana Mengajar, bimbingan belajar gratis di desa-desa, dan upaya verifikasi faktual adalah bukti bahwa perubahan tidak harus menunggu datangnya dari jauh. Perubahan itu dimulai dari kesadaran di rumah sendiri, di desa sendiri, dan oleh tangan kita sendiri.

Pos terkait