Turbulensi Kata Kata! Opini Robertus Salu Mengguncang Kuburan Dokter Icha Sudah Tiada, Ia Tidak Bisa Membela Diri Lagi!

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya
Foto: Istimewa/Timor Raya/ 9 September 2026

Opini yang ditulis Anggota DPRD TTU Robertus Salu SH MH tentang almarhumah dr Icha memicu turbulensi yang luar biasa. Kata katanya seolah olah menyamakan kedudukan korban yang sudah tiada dengan para tersangka, padahal dokter muda itu tidak bisa lagi membela dirinya sendiri. Keluarga merasa terguncang, karena orang yang sudah berpulang justru diseret ke dalam perdebatan seolah ia juga pihak yang bersalah.

Ibarat seseorang sudah jatuh dan terluka di tanah. Orang lain datang dan bukan membantunya, malah melempar batu lagi ke tubuhnya yang sudah tak berdaya. Itulah yang terjadi ketika opini ditujukan kepada orang yang sudah tiada. Ia tidak bisa berdiri. Ia tidak bisa menjawab. Ia tidak bisa membela dirinya. Setiap kata yang diucapkan menjadi batu yang menghantam kuburan, bukan lagi perdebatan di ruang yang setara. Karena lawan bicaranya sudah tidak ada di sini.

Bacaan Lainnya

KUPANG- TIMORRAYA- Sebuah turbulensi yang tidak terbayangkan mengguncang keluarga besar almarhumah dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha, bukan dari pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, melainkan dari sebuah tulisan di media sosial. Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara Robertus Salu SH MH menerbitkan opini berjudul Belajar Hukum dari Perkara dr Icha Pakaenoni yang dinilai keluarga tidak hanya tidak memihak, melainkan memperlakukan korban yang sudah tiada seolah olah ia juga memiliki kesalahan yang setara dengan mereka yang dituduh. Yang paling menyakitkan: dr Icha sudah tiada. Ia tidak bisa membela dirinya lagi. Pernyataan ini disampaikan Fabi Banase selaku paman almarhumah kepada awak media di Rumah Makan Suba Suka, Kota Kupang, Senin sore, 7 September 2026.

Pos terkait