Acara ditutup dengan semangat yang menyatukan seluruh elemen: “Ora et labora — berdoa dan bekerjalah.”
Epilog Editorial
Kata-kata sambutan Wakil Bupati Army Konay di Gereja GMIT Batukarang Nonohonis kemarin bukan sekadar ucapan selamat yang biasa diucapkan di acara pelantikan. Itu adalah mandat, amanah, dan peringatan sekaligus. Bahwa organisasi pemuda seperti GAMKI tidak lahir untuk sekadar berkumpul, berfoto bersama, dan kemudian pulang tanpa meninggalkan jejak. GAMKI lahir untuk melayani, untuk menjadi mitra, untuk menjadi solusi, dan untuk menjadi teladan.
Di saat Kabupaten TTS masih berjuang keluar dari keterbelakangan pendidikan, kemiskinan, dan berbagai tantangan sosial, kehadiran pemuda yang terorganisir, berpendirian teguh, dan berhati tulus adalah harapan terbesar yang kita miliki. Empat pesan yang disampaikan dalam sambutan itu menjadi mitra strategis, menjadi solusi sosial, menjadi perekat persatuan, dan menjadi teladan itu adalah peta jalan yang jelas. Tinggal bagaimana GAMKI TTS menjawabnya dengan karya nyata di lapangan.
Berdoa dan bekerja. Itulah kunci yang diberikan. Berdoa tanpa bekerja adalah kosong. Bekerja tanpa berdoa adalah sombong. Semoga GAMKI TTS masa bakti 2025–2028 ini benar-benar menjadi kekuatan baru yang menyentuh kehidupan nyata masyarakat, terutama di bidang pendidikan yang masih tertinggal jauh, di bidang ekonomi yang masih berat, dan di bidang persatuan yang harus terus dijaga. Kepada para pengurus yang baru dikukuhkan: mata masyarakat sedang melihat. Tuhan sedang melihat. Dan sejarah sedang menunggu karya kalian. Selamat berjuang demi TTS yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih bermartabat.
