“Alasan harus ada pergantian kepala sekolah SMK Kristen Soe karena tidak ada inofasi sehingga kami dari yayasan minta untuk uji kelayakan dan kepatuhan kepada semua teman-teman yang datang dengan sekolah berkarakter Kristus dan juga goulnya menjadi sekolah yang industri sehingga bisa mandiri dan itu yang kami harapkan dari fit and proper test pada hari ini,”jelas Nelson.
“Fit and proper test kami buka untuk umum dan siapa pun boleh ikut bersaing, namun sampai dengan saat ini yang mendaftar hanya empat orang dan keempatnya adalah guru pada SMK Kristen Soe yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS),”kata Nelson
Pdt.Nelson juga sebagai asesor 1 menyampaikan bahwa ke empat calon menunjukan yang terbaik namun yang kita minta adalah dalam pemaparan visi dan misi dengan program-program unggulan itu betul-betul adalah program yang tidak hanya teoritis tetapi harus ada aplikasi kontekstual terhadap SMK Kristen Soe.
“Ada enam kompetensi keahlian, dan dari enam kompetensi keahlian apa yang mereka munculkan di tahun 2025 dan seterusnya,” lanjut Nelson.
“Tujuan lain untuk dilakukannya fit and proper test adalah untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya kepala sekolah, meningkatkan kualitas sumber daya untuk pertumbuhan pendidikan dan untuk meningkatkan kemampuan manajerial dan kompetensi guru yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala sekolah di SMK Kristen Soe,”pungkas Pdt.Nelson Liem.





