NTT BERBENAH: TRAGEDI YBR JADI ALARM KEMANUSIAAN, MESIN DATA KEMISKINAN HARUS DIPERIKSA ULANG

Reporter: Adrianus Ndu Ufi/Co 
| Editor: Redaksi Timor Raya

Peran Aparat dan Masyarakat

Wakil Gubernur Johni Asadoma menyoroti peran aparat di tingkat RT, RW, dan desa agar program tepat sasaran. “Bantuan sudah banyak, tetapi apakah sampai pada yang berhak? Itu yang harus kita pastikan,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sinergi Lintas Sektor

Rapat ini menegaskan komitmen bersama lintas sektor:
– Kepolisian, Kejaksaan, dan BPS memperkuat pengawasan agar tidak terjadi manipulasi data.
– LLDIKTI siap menurunkan ribuan mahasiswa untuk membantu pendataan.
– TP PKK menghidupkan kembali peran dasa wisma.
– Tokoh agama membangun kesadaran sosial dari mimbar keagamaan.
– Dunia usaha dan lembaga keuangan memperkuat literasi keuangan dan kemandirian ekonomi.

Langkah Konkret

Beberapa keputusan rapat antara lain:
1. Perbaikan dan pembaruan data warga miskin.
2. Penegakan hukum terhadap manipulasi data.
3. Pemeriksaan ulang data peserta PBI kesehatan.
4. Penguatan pranata sosial dan keagamaan.
5. Skema “Sapa Peduli Bantu” sebagai gerakan solidaritas.
6. Aktivasi layanan konseling di sekolah.
7. Kolaborasi dengan sektor swasta untuk dana sosial darurat.

Gubernur menutup rapat dengan penegasan: “Mari jadikan tragedi ini sebagai alarm kemanusiaan agar tidak ada lagi anak di NTT yang putus asa karena kemiskinan.”

Pos terkait