Selain itu menurut Pdt.Samuel Pandie, paskah tahun ini menginginkan kita untuk bergerak dalam kesetaraan. “Kesetaraan adalah spirit yang harus dibangun. Kita hidup saling membutuhkan dan melengkapi. Karena Kristus datang dengan rekonsiliasi dan pengampunan. Saya percaya bahwa pak Bupati dan ibu Wakil Bupati bergumul hebat untuk Kabupaten Kupang emas. Bergumul dengan penekanan stunting, kemiskinan ekstrem, kualitas pendidikan dan masalah sosial lainnya. Percaya bahwa berjalan bersama Kristus, semua akan di pulihkan,”kata dia.
Pendeta Samuel Pandie sangat bangga kepada Bupati Yosef Lede. Beliau memberikan apresiasi karena apa yang dilaksanakan hari ini melalui prosesi paskah merupakan sejarah pertama di Kabupaten Kupang. “Baru pertama kali Bupati Kupang menggelar kegiatan prosesi paskah. Beliau adalah Bupati yang dekat sekali dengan GMIT. Saya pastikan GMIT siap bekerjasama dengan Kabupaten Kupang,”tutur Ketua Sinode GMIT.
Dan Ketua Panitia Prosesi Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang, Jermias Mone dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wabup Kupang yang telah merancang program kerja dalam upaya meningkatkan kapasitas Lembaga Keagamaan menuju Kabupaten Kupang emas, serta sekaligus upaya mempertebal nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Juga kepada Lembaga Keagamaan, unsur TNI, Polri, panitia, dan seluruh masyarakat Kabupaten Kupang yang ikut ambil bagian dalam perayaan prosesi paskah tahun 2025. “Bila ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan perdana ini, akan menjadi evaluasi untuk kegiatan serupa di tahun berikutnya dan seterusnya,”kata Jermi.





