Jalan berlubang adalah retakan kepercayaan, dan rakyat menambalnya dengan keringat sendiri
Kabupaten Kupang ibarat sebuah kapal besar yang berlayar di laut Sawu. Ombak adalah tantangan pembangunan, angin adalah dinamika politik, dan papan kapal adalah infrastruktur dasar. Bila papan kapal retak, seluruh awak akan merasakan guncangan. Begitulah kondisi masyarakat Kupang hari ini: menatap dermaga kesejahteraan, tetapi harus menambal retakan dengan tangan sendiri.
Aksi Gotong Royong di Amfoang
Sabtu, 17 Januari 2025, sejumlah sopir pick up di Desa Oelbanu, Kecamatan Amfoang Selatan, melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan rusak. Dengan alat seadanya, mereka menutup lubang dan meratakan tanah.
Meksi Manith, perwakilan sopir, menyampaikan: “Kegiatan kami hari ini sebagai bentuk kritikan kepada pemerintah untuk melihat keadaan kami masyarakat kecil yang sementara ini bergumul dengan keterbatasan jalan.”
Aksi ini adalah simbol perlawanan sekaligus harapan. Jalan yang rusak bukan sekadar tanah tergerus hujan, melainkan retakan di kapal besar bernama Kabupaten Kupang. Retakan itu ditambal oleh masyarakat sendiri, seolah mereka menjadi awak kapal yang menjaga agar perahu tidak karam.
Realitas di Lapangan





