Sesuai catatan yang ada, aset Bank NTT per akhir 2024 mencapai sekitar Rp. 16,7 triliun hingga Rp. 16,92 triliun, dengan kinerja positif dan laba yang meningkat. Bank ini sedang memperkuat modal melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim. Total kredit yang disalurkan mencapai Rp. 12,77 triliun, didukung dana pihak ketiga(DPK) sebesar Rp. 12,61 triliun dan jaringan layanan yang luas.
Jika dicermati sedikit lebih mendalam maka rincian kinerja & aset Bank NTT sekilas dapat dilihat sebagai berikut : Total Aset (2024/2025): Sekitar Rp. 16,41 triliun s/d Rp. 17,5 triliun, dengan total kredit sebesar Rp.12,55 triliun s/d Rp12,78 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercata sekitar Rp. 12,61 trliun s/d Rp. 13,13 triliun, dengan mencetak pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar Rp. 188,05 miliar pada akhir 2024 (tumbuh 70,72% yoy). Pada tahun 2024 sempat mengalami persoalan ketersediaan Modal Inti Minimum sehingga ahirnya Bank NTT memutuskan untuk menggabungkan diri dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim untuk memperkuat permodalan. Kreatifitas perbankan terlihat cukup positif dengan fasilitas digital dalam mendukung transaksi melalui B-Pung Mobile, CRM, ATM, QRYS, dan agen Laku Pandai yang tersebar di seluruh NTT.





