Bupati Kupang Yosef Lede Gerakan Tanam Padi Serentak: Menanam Harapan Swasembada Pangan

Reporter: Adrianus Ndu Ufi 
| Editor: Redaksi Timor Raya/Lot

Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi sistem brigade alat mesin pertanian (alsintan). Dengan kebersamaan, pekerjaan yang biasanya memakan waktu dua minggu kini dapat diselesaikan hanya dalam dua hari. Gotong royong yang berpadu dengan teknologi menjadi kunci percepatan.

Meski kemampuan fiskal daerah terbatas, semangat untuk mengembangkan sektor pertanian tidak pernah surut. Pertanian justru dipandang sebagai solusi untuk menutup kekurangan fiskal. Lebih dari itu, swasembada pangan mendukung program nasional makan bergizi gratis, demi melahirkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Kupang juga menyiapkan pembentukan BUMD atau perusahaan daerah untuk mengelola logistik hasil pertanian. Dengan payung hukum yang jelas, hasil panen akan diperjualbelikan dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Stasiun pemasaran hasil pertanian (STPG) akan memastikan masyarakat mendapatkan makanan bergizi dari hasil lokal.

“Gerakan hari ini adalah komitmen bersama untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan dari desa. Mari jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk mempercepat pembangunan pertanian di NTT, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat kontribusi daerah bagi Indonesia,” pungkas Yosef Lede.

Pos terkait