Suara Petani
Di sela acara, seorang petani Desa Manusak, Kornelis Tefa, mengungkapkan rasa syukurnya. “Dulu kami menanam padi butuh waktu lama dan hasilnya tidak menentu. Sekarang dengan bantuan mesin dan kerja bersama, kami bisa panen lebih cepat. Kami merasa lebih tenang karena ada jaminan pangan untuk keluarga, bahkan bisa menjual lebih banyak,” katanya dengan senyum penuh harapan.
Penutup
Gerakan Tanam Padi Bersama di Manusak ibarat menyalakan pelita di tengah gelap malam. Setiap bulir padi yang tumbuh adalah cahaya kecil yang bersama-sama akan menerangi jalan menuju kedaulatan pangan. Dari desa, harapan itu mengalir, lalu bermuara pada kekuatan bangsa.





