Dr. James Adam: PAD Jadi Kompas Utama “Ayo Bangun NTT”

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya-Lot

– Pertanian dan Perikanan: Kontribusi pertanian terhadap PDRB triwulan I-2025 mencapai 28,83%. Produksi padi diproyeksikan mampu mencapai swasembada beras pada 2026. Sektor perikanan juga menjanjikan, seperti budidaya rumput laut di Sabu Raijua dan proyek garam industri di Rote Ndao.

– Pertambangan: NTT menyimpan sekitar 70% cadangan mangan nasional dengan kadar MnO₂ hampir 90%. “Jika dikelola secara legal dan berkelanjutan, tambang mangan bisa menjadi sumber PAD baru yang strategis,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

– Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Kontribusi pariwisata mencapai 7,77% terhadap PDRB, dengan potensi wisata baru seperti geopark, ekowisata, dan wisata budaya yang belum tergarap maksimal.

– UMKM: Program One Village One Product (OVOP) telah menjaring 160 desa dengan produk unggulan. Kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi pintu masuk pengembangan UMKM.

– Energi Baru Terbarukan (EBT): Potensi panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air di Flores, Sumba, dan Larantuka dapat menjadi sumber PAD baru jika dikembangkan dengan prinsip berkelanjutan.

Strategi Optimalisasi

Dr. James Adam juga menekankan strategi yang perlu dilakukan pemerintah, antara lain:

– Peningkatan nilai tambah produk lokal melalui hilirisasi pertanian, perikanan, dan peternakan.
– Pengembangan infrastruktur pendukung ekonomi, termasuk akses jalan, pelabuhan, bandara, dan jaringan internet.
– Pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan mining for community serta kolaborasi dengan perguruan tinggi.
– Pemanfaatan sumber daya alam dengan prinsip berkelanjutan sesuai UU No. 1/2022.
– Digitalisasi pengelolaan PAD untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Pos terkait