Lilin yang Padam, Perahu yang Berlayar: Nasib 8.000 Pendamping Koperasi Merah Putih Pasca Kontrak timor-raya.com28 Desember 202529 Desember 2025Dibaca 85 KaliReporter: Adrianus Ndu Ufi | Editor: Redaksi Timor Raya/Co Kisah Alan di Kupang adalah cermin ribuan pendamping lain di seluruh Indonesia. Mereka telah menyalakan cahaya, meski sebentar. Kini, publik menunggu jawaban: apakah cahaya itu akan dijaga, atau dibiarkan padam bersama berakhirnya kontrak? Halaman: 1 2 3 Pos terkaitBank NTT Raih Juara II JConnect Cup 2026, Bukti Talenta NTT Berdaya Saing NasionalBank NTT dan Pemkab Rote Ndao Luncurkan Dashboard Monitoring dan E-Retribusi Parkir: Langkah Nyata Menuju Transparansi DigitalBANK NTT PERKUAT PERAN DUKUNG UMKM DAN LITERASI KEUANGAN BERSAMA UNDANABANK NTT PERKUAT SDM BERINTEGRITAS, BERIKAN PENGHARGAAN UNTUK PEGAWAI BERPRESTASIBANK NTT RESMI LUNCURKAN KARTU KREDIT INDONESIA DI SUMBA BARAT DAYATurbulensi Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Ancam Kelancaran Eksekusi APBD Se‑Indonesia