“Sering kali persoalan muncul karena status jalan atau infrastruktur tidak dipahami dengan baik. Padahal, kalau diketahui jelas, penanganannya bisa lebih cepat dan tepat,” ungkapnya.
Ia juga mendorong pelaku jasa konstruksi untuk meningkatkan profesionalisme, mematuhi standar keselamatan kerja, serta menjaga kualitas hasil pembangunan.
Usul dan Saran dari Redaksi Timor Raya:
1. Penguatan kolaborasi lintas sektor: Pemerintah provinsi perlu memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, LSM, dan komunitas lokal untuk mendukung inovasi teknologi sederhana dalam air bersih dan sanitasi.
2. Skema pembiayaan kreatif: Mendorong partisipasi swasta melalui public-private partnership (PPP) agar pembangunan tidak hanya bergantung pada APBD.
3. Pendidikan konstruksi masyarakat: Melibatkan warga dalam pemeliharaan infrastruktur melalui program edukasi berbasis desa, sehingga keberlanjutan lebih terjamin.a
4. Transparansi berbasis digital: Membuka akses publik terhadap data proyek melalui platform daring agar masyarakat bisa ikut mengawasi.
Penutup
Pembangunan infrastruktur di NTT ibarat menenun kain ikat: setiap helai benang harus ditempatkan dengan cermat agar motifnya indah dan kuat. Jika satu helai diabaikan, kain bisa rapuh. Begitu pula pembangunan, setiap rupiah anggaran harus ditenun dengan hati-hati agar hasilnya benar-benar memberi warna bagi kesejahteraan masyarakat NTT.





