Aliansi Peduli Kemanusiaan Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur NTT: Soroti Infrastruktur Terbengkalai, Krisis BBM, dan Rumah Sakit Hanya Pajangan; Pemerintah Janji Carikan Solusi

Reporter: Azor Tameno 
| Editor: Adrianus Ndu Ufi
Foto: Suasana Aliansi Peduli Kemanusiaan di Depan Kantor Gubernur NTT di Kota Kupang/ Timor Raya/ Azor Tameno/ 19 Mei 2027

Desakan Alih Status Jalan Menjadi Jalan Negara

Ketua Umum IKIF, Marsel Nomeni, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT dinilai tidak mampu mengurus infrastruktur akses jalan dari Fatuleu menuju Amfoang Barat Daya, Barat Laut, hingga Amfoang Utara yang tembus ke Oepoli. Ia mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terkait kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saya menegaskan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur: jika tidak mampu mengurus jalan Fatuleu tembus Amfoang Utara bahkan sampai ke Oepoli, alihkan saja status jalannya sebagai jalan Negara. Jangan dibiarkan dalam kondisi yang rusak dan tidak terurus seperti ini,” desak Marsel.

Rumah Sakit Pratama Hanya Jadi Pajangan

Masalah pelayanan kesehatan juga menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Ketua PERMATIM, Erens Suni’Uf, menyesalkan keberadaan Rumah Sakit Pratama yang diresmikan langsung oleh Pemerintah Provinsi NTT pada tahun 2023 lalu. Menurutnya, bangunan yang sudah tiga tahun berdiri tersebut tidak beroperasi sama sekali dan tidak memiliki fasilitas apapun.

“Rumah Sakit Pratama yang sudah diresmikan tiga tahun yang lalu itu hanya sebagai pajangan, karena sampai sekarang tidak beroperasi dan tidak ada fasilitas apapun di rumah sakit terkait. Untuk apa diresmikan jika akhirnya tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat?” kata Erens dengan nada kecewa.

Pos terkait