Dua Kebenaran di Balik Pisang Cavendish, Gasper Bebas, Yohanes Lapor Ulang: Siapa Pelaku Sebenarnya yang Masih Berkeliaran?

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Dengan diterimanya laporan baru ini, arah penyelidikan berubah total. Fokus tidak lagi tertuju pada satu orang yang sudah dinyatakan tidak bersalah. Melainkan dimulai dari nol untuk memburu komplotan asli beserta nama nama pihak swasta maupun oknum kedinasan yang sempat mencuat di dalam berkas pertimbangan hukum majelis hakim PN Oelamasi.

Epilog Editorial

Dua kebenaran yang muncul hampir bersamaan ini mengajarkan kita sesuatu yang mahal harganya. Kebenaran pertama: Gasper Esron Tipnoni tidak bersalah. Ia ditangkap keliru, diadili keliru, dan akhirnya hukum memulihkan namanya. Kebenaran kedua: pencurian 400 anakan pisang Cavendish itu nyata. Kerugian nyata. Dan pelakunya belum tertangkap.

Kesalahan penegakan hukum di awal tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup kasus. Sebaliknya, justru harus menjadi peringatan agar tidak terburu buru menunjuk siapa yang dituduh sebelum bukti lengkap. Hari ini pintu keadilan terbuka kembali. Yohanes Yap tidak menuntut orang yang sudah dibersihkan. Ia menuntut pelaku yang sesungguhnya. Dan itu adalah haknya.

Pertanyaan yang kini harus dijawab penyidik: siapa yang membutuhkan ratusan bibit itu? Siapa yang mengatur pengambilannya? Dan mengapa arah penyelidikan sempat berhenti pada orang yang ternyata tidak bersalah? Semua pertanyaan itu kini terbuka. Polres Kupang yang baru memiliki kesempatan untuk menegakkan keadilan yang sesungguhnya — bukan dengan cepat menunjuk siapa yang ditangkap, melainkan dengan teliti mencari siapa yang bersalah.***

Pos terkait