KEFAMENANU- TIMOR-RAYA – Seorang dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengalami tekanan psikis berat hingga harus dirawat intensif. Ia diduga mendapat perlakuan intimidasi dari tiga orang anggota DPRD TTU saat menangani pasien anak korban gigitan ular pada Sabtu (13/6/2026).
Menurut keterangan paman korban, Fabi Banase, dr Icha telah menangani pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Ia menjelaskan kepada keluarga bahwa jenis serum yang diminta belum direkomendasikan secara klinis serta stoknya tidak tersedia di rumah sakit tersebut.
Penjelasan medis itu tidak diterima. Tiga anggota DPRD yang terlibat yakni VL dari Fraksi PDI Perjuangan, NT dari Fraksi PKB, dan TL dari Fraksi Golkar diduga bersikap agresif. Mereka memprotes dengan nada tinggi, mengoreksi cara kerja dokter, menyombongkan jabatan, hingga menuduh pemberian obat tanpa dasar ilmiah.
Akibatnya, dr Icha menangis histeris saat bertugas. Keesokan harinya ia masih merasa ketakutan dan tertekan, hingga malam harinya ditemukan terkulai lemas di tempat tinggalnya. Ia harus dilarikan kembali ke rumah sakit untuk dipasang infus dan menjalani perawatan. Hingga kini, dr Icha masih menjalani rawat inap akibat depresi dan trauma psikologis.
