Kajari Kupang Yupiter Selan: Mengawal Proyek, Menggenggam Harapan Rakyat

Reporter: Adrianus Ndu Ufi 
| Editor: Redaksi Timor Raya

Langkah ini menegaskan bahwa Kejari Kupang tidak hanya hadir sebagai institusi hukum, tetapi juga sebagai pengawal pembangunan daerah.

Pulbaket Proyek Bermasalah

Bacaan Lainnya

Selain penetapan tersangka, Yupiter juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terhadap sejumlah proyek besar yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Dari proyek jalan Buraen–Erbaun senilai Rp 9,2 miliar, hingga proyek sabuk merah sektor barat senilai Rp 100 miliar, semuanya masuk dalam radar pengawasan.

Namun, di balik angka-angka besar itu, perhatian Yupiter kini tertuju pada proyek sederhana: pembangunan ruang kelas baru di Desa Soliu.

Harapan dari Desa Soliu

Di desa yang jauh dari pusat kota, suara masyarakat menjadi lebih jernih terdengar. Sipora (50) , seorang ibu dari murid kelas VII, ketika diminta komentarnya, dirinya menyambut kehadiran Kajari dengan mata berkaca-kaca.

“Anak-anak kami selama ini belajar berdesakan di ruang kelas yang sempit. Kalau hujan, bocor. Kami hanya ingin mereka punya sekolah yang layak. Kehadiran Pak Kajari di sini membuat kami percaya proyek ini tidak akan dibiarkan mangkrak.” jawabnya penuh harap lewat telepon

Sementara itu, Joni (45) Bukan nama sebenarnya, guru SMP di Amfoang Barat Daya, ketika diminta komentarnya, menuturkan betapa pentingnya ruang kelas baru bagi proses belajar:
“Kami sering harus membagi kelas menjadi dua sesi karena ruang terbatas. Dengan adanya tambahan tiga ruang kelas, anak-anak bisa belajar lebih nyaman. Kami berharap kontraktor serius menyelesaikan pekerjaan ini.” harapan Joni lewat Telepon

Pos terkait