Keluarga Duga Rekayasa Sistematis, Eben Tung Sely: Barang Bukti Sudah Dijual Bulan Juni, Kenapa Dijadikan Alat Kejadian Bulan Agustus?

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya-Lot

Ia juga meminta Komnas HAM dan Ombudsman untuk mengawal kasus ini agar berjalan netral tanpa intervensi.

“Jangan sampai hukum ini diciderai. Jangan sampai ada istilah ‘ada uang habis perkara’. Tegakkanlah keadilan yang sebenar-benarnya,” tutupnya.

Bacaan Lainnya

Turbulensi Hukum
Seperti pesawat yang terbang di langit berkabut, kasus ini menggambarkan turbulensi hukum antara fakta dan dugaan rekayasa. Di bawah langit yang penuh kabut, keluarga menatap barang bukti motor merah—simbol dari pertanyaan yang belum terjawab.

Keadilan sejati tidak hanya diukur dari putusan pengadilan, tetapi dari keberanian masyarakat untuk menuntut transparansi. Kasus Sebastian Bokol menjadi pelajaran bahwa hukum harus terbang di langit yang jernih, bukan di tengah kabut rekayasa.

 

 

Pos terkait