Sidang Mokris Lay: Narasi Penelantaran Retak, BAP yang Rapuh dan Fakta Rp10 Juta Per Hari Membongkar Kebenaran

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya-Lot

Narasi “Desain Sistematis”
Tim hukum Mokris Lay berulang kali menekankan bahwa tuduhan penelantaran adalah bagian dari sebuah “desain sistematis” untuk menekan klien mereka. Mereka menilai bahwa Anggi telah menyiapkan kontrakan jauh sebelum konflik rumah tangga memuncak, sehingga narasi kesulitan mencari tempat tinggal tidak sesuai fakta.

Dampak Politik dan Sorotan Publik
Kasus ini tidak hanya berdampak pada ranah hukum, tetapi juga politik. DPC Hanura Kota Kupang telah mengajukan penonaktifan Mokris dari DPRD, sementara proses di mahkamah partai masih berjalan. Publik kini menyoroti bagaimana proses hukum terhadap seorang anggota dewan bisa berlarut hingga tiga tahun tanpa kepastian berkas perkara.

Kesimpulan
Seperti Iron Dome Israel yang mematahkan serangan roket di udara, persidangan Mokris Lay menunjukkan bagaimana tuduhan penelantaran yang menghujani terdakwa dapat dipatahkan oleh fakta finansial, kesaksian saksi yang berbalik, dan momen emosional anak memeluk ayahnya. Narasi penelantaran retak, BAP yang rapuh runtuh, dan fakta Rp10 juta per hari menjadi “rudal balik” yang membongkar kebenaran di ruang sidang penuh intrik ini.

Pos terkait