JAKARTA — TIMOR RAYA– Badai ini tidak datang dari arah laut atau gunung. Badai justru datang ke Jakarta, mengetuk pintu pintu pusat kekuasaan partai politik. Hari ini, Kuasa Hukum Fransisco Bernando Bessi berdiri tegak di depan kantor DPP Golkar, DPP PDI Perjuangan, dan DPP PKB. Di pundaknya ia memikul beban yang sangat berat, yaitu duka mendalam dari Bapak Gabriel, istri, anak anak, dan seluruh keluarga besar almarhumah Dokter Icha.
“Kami sudah datang ke Jakarta. Kami sudah menyerahkan surat resmi. Ini bukan sekadar permohonan, ini adalah tuntutan!” suara Fransisco bergema di lobi partai. “Ketiga oknum Anggota DPRD tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sudah diperiksa di Polda NTT. Mereka diduga melakukan mengintimidasi Dokter Icha di ruang IGD RS Leona Kefamenanu Kabupaten TTU, tanggal 13 Juni 2026, saat sedang berjuang menyelamatkan nyawa pasien. Nyawa anak kami melayang karenanya. Dan sekarang? Jika jawaban kalian hanya dinonaktifkan sementara, itu apa artinya? Itu adalah penghinaan terhadap keadilan itu sendiri!”
Fransisco tidak datang sendirian. Di belakangnya berdiri keluarga yang hancur karena kekuasaan yang disalahgunakan. “Kami tidak akan diam. Kami tidak akan menerima alasan apa pun. Mereka harus diberhentikan. PAW harus dilakukan sekarang juga. Bukan untuk balas dendam, tetapi supaya dokter dan perawat di TTU, di NTT, di seluruh Indonesia tahu: ruang gawat darurat adalah tempat menyelamatkan nyawa, bukan tempat mengamuknya wakil rakyat yang telah lupa diri!”
