“Pesawat telah kehilangan pilot. Jangan biarkan pelaku dugaan Intimidasi yang menabrakkan pesawat itu masih memegang kendali!”
Epilog editorial
Tiga Ketua Umum DPP Partai di Jakarta mungkin berpikir ini sekadar berita dari daerah yang akan segera berlalu. Namun dengarkan baik baik: ketika kekuasaan membuat orang lupa bahwa di hadapan nyawa semua orang adalah sama, maka kekuasaan itu harus dihentikan. Dokter Icha tidak akan kembali kepada kita. Tapi kita bisa memastikan kematiannya bukan sia sia. DPP Golkar, DPP PDI Perjuangan, DPP PKB, seluruh rakyat Indonesia sedang menonton kalian. Jangan sembunyikan pelaku di balik kata dinonaktifkan sementara. Berikan konsekuensi moral yang layak dan adil. Lakukan PAW sekarang juga. Karena jika hari ini kalian diam, besok giliran siapa lagi yang menjadi korban? Intimidasi di ruang gawat darurat adalah pembunuhan martabat dan nyawa. Jangan jadikan partai sebagai tameng pelindung bagi pelaku.***
