Sebelumnya diberitakan media ini bahwa
Mobil milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu diduga terjebak arus deras akibat luapan sungai yang mendadak meningkat. Warga sekitar bersama rombongan pengawal masih berada di lokasi, berusaha melakukan evakuasi kendaraan yang terseret.
Upaya penyelamatan tidak dilakukan dengan tangan kosong. Satu unit alat berat jenis ekskavator diturunkan langsung ke lokasi untuk membantu proses evakuasi. Hingga siang ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun cedera dalam insiden tersebut.
“Iya, kita sementara upaya evakuasi,” ungkap salah seorang sumber melalui sambungan telepon, menegaskan bahwa proses masih berlangsung di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan darat di wilayah rawan banjir bukan sekadar soal jarak dan waktu, melainkan juga soal kesiapan menghadapi alam yang bisa berubah dalam hitungan menit.
