Berdasarkan data yang diperoleh, kelompok Abdon Kisamdu bergerak di bawah kendali Ananias Ati Mimin, sosok yang memiliki kedekatan dan kesamaan pemikiran dengan Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama, Egianus Kogoya, yang diduga menjadi otak di balik pembunuhan keji terhadap pengemudi travel Aris Sanda di Jalan Trans Wamena Nduga serta beragam kejahatan kemanusiaan lainnya. Artinya, penangkapan ini bukan sekadar menangkap satu orang, melainkan memutus salah satu jalur suplai senjata bagi kelompok yang kerap melakukan tindak kekerasan terhadap warga sipil.
Setelah proses pemeriksaan awal selesai, Abdon Kisamdu akan diserahkan kepada Kepolisian Resor setempat untuk proses hukum lebih lanjut. Dan pesan yang disampaikan Panglima Kogabwilhan III tegas dan tanpa keraguan: pengejaran tidak akan berhenti di sini.
“Saya ingatkan kembali kepada seluruh Anggota TPNPB OPM, dimanapun kalian berada. TNI Polri bersama seluruh aparat penegak hukum di ufuk timur Indonesia, akan terus mengejar dan menangkap seluruh pelaku kejahatan kemanusiaan di Tanah Papua, baik dalam keadaan hidup atau mati,” tegas Lucky Avianto. Pernyataan ini bukan sekadar peringatan, ini adalah komitmen negara bahwa tanah Papua bukan wilayah bebas bagi kekerasan, dan setiap pelaku akan dipanggil untuk menjawab perbuatannya di hadapan hukum.
