Realisasi PAD NTT per 11 September 2026 baru 33,58% atau Rp917 miliar dari target Rp2,7 triliun. Retribusi Daerah bahkan lebih rendah hanya 28,97%. Banggar DPRD NTT peringatkan: target tidak realistis, BTT Rp77 miliar baru terserap 51,77%, bantuan bencana wajib transparan dan akuntabel, optimalisasi aset serta kinerja BUMD harus diperbaiki segera.
Ibarat kapal besar yang berlayar membawa harapan ribuan penumpang, namun bahan bakar yang diisi ternyata hanya sepertiga dari yang dijanjikan. Kapten dan awak kapal terus menyatakan semuanya aman, namun kenyataannya mesin berputar lambat dan cadangan bahan bakar menipis jauh sebelum tiba di pelabuhan. Dana darurat yang disiapkan pun baru separuh terpakai sementara gelombang bencana belum reda. Bantuan dari kapal lain sudah tiba, namun belum jelas berapa jumlahnya, siapa yang menerimanya, dan apakah benar sampai ke penumpang yang paling membutuhkan. Laporan Banggar ini bukan sekadar daftar perbaikan, ini adalah peringatan bahwa kapal NTT sedang berlayar dengan bahan bakar yang nyaris kosong.
KUPANG-TIMORRAYA— Badan Anggaran DPRD Provinsi NTT menyampaikan rekomendasi tajam dalam laporan pembahasan Perubahan APBD 2026 yang mengguncang fondasi keuangan daerah. Realisasi Pendapatan Asli Daerah per 11 September 2026 baru mencapai 33,58% atau Rp917 miliar dari target awal Rp2,7 triliun. Retribusi Daerah bahkan lebih rendah hanya 28,97%. Belanja Tidak Terduga untuk bencana Flores sebesar Rp77 miliar baru terserap 51,77%. Banggar menegaskan: target PAD tidak realistis, bantuan bencana wajib transparan dan dilaporkan secara berkala, optimalisasi aset dan kinerja BUMD harus segera diperbaiki, serta penanganan bencana harus cepat dan tepat sasaran.
