Guntur Taopan mengatakan, sebenarnya asosiasi futsal sendiri belum terbentuk di Kabupaten Kupang sehingga AsKab PSSI yang sementara ini mengurus dunia futsal di Kabupaten Kupang. Dilanjutkan, harus diakui AsKab PSSI Kabupaten Kupang belum bisa berbuat banyak dengan mengadakan turnamen – turnamen sepakbola dan futsal, sehingga harus berterimakasih kepada pihak Gereja yang sudah menyelenggarakan turnamen – turnamen, dan berjanji akan bekerjasama dengan pihak Gereja untuk menggelar turnamen – turnamen sepakbola dan futsal dimasa mendatang.
Pendeta Betsi de Fretes – Hotty mengatakan, 3 elemen utama GMIT Kasih Karunia Oesao yang menggelar turnamen futsal KKO Cup III adalah Pemuda GMIT Kasih Karunia Oesao, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) GMIT Kasih Karunia Oesao, dan Panitia Pembangunan GMIT Kasih Karunia Oesao. Dijelaskan, maksud baik dari digelarnya turnamen itu adalah berntuk Pelayanan dari Gereja Kasih Karunia Oesao dan juga untuk menggalang dana renovasi gedung Gereja Kasih Karunia Oesao.
Turnamen futsal KKO Cup III Futsal Lintas Agama 2025 itu sendiri diikuti oleh 28 tim kategori dewasa dan 18 tim kategori usia 15, dengan memperebutkan Piala Begilir KKO Cup dan hadiah uang total lebih dari 20 juta rupiah. Turnamen dilaksanakan mulai 2 April 2025 hingga 13 April 2025, dan Yosef Lede sendiri setelah membuka turnamen berkesempatan menonton pertandingan perdana, yang menyuguhkan pertandingan seru yang mempertemukan _derby_ tim dari Lili, Kelurahan Camplong, tim Paroki Santa Helena Lili melawan tim GMIT Betel Lili, yang dimenangkan tim Paroki Santa Helena Lili dengan skor 5 – 0.
