Kabupaten Kupang dalam Gerakan Tutup Mulut

Reporter: Adrianus Ndu ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Seorang Bapak yang telah dilantik sebut saja Eko Patrio (50) ketika dihubungi pertelepon menambahkan:
“Masyarakat menunggu pelayanan, tapi kami sendiri tidak tahu apakah sah menjalankan tugas. Rasanya seperti menunggu hujan di musim kemarau, SK tak kunjung turun.”

Kisah-kisah ini menegaskan bahwa AGTM bukan sekadar isu administratif, melainkan menyentuh martabat dan kepastian hidup ribuan ASN serta pelayanan publik yang mereka emban.

Dampak – Materil dan Inmateril
– Materil: Hak keuangan tertunda, potensi kerugian anggaran akibat kekosongan administrasi.
– Inmateril: Hilangnya kepercayaan publik, demoralisasi ASN, terganggunya pelayanan publik di sekolah, puskesmas, dan pemerintahan desa/kelurahan.

Penutup
Jika air terus dihalangi, ia akan meluap dan menghancurkan bendungan. Begitu pula isu SK ini: semakin lama ditahan, semakin besar tekanan yang bisa meledak menjadi krisis birokrasi. Transparansi dan kepastian hukum seharusnya menjadi pintu air yang mengatur aliran, bukan menahannya hingga menimbulkan banjir.

Pos terkait