Loncat ke konten
Konten Spesial
Turbulensi Hukum di Polda NTT, Rian Kapitan Guncang Penetapan Tiga Orang Anggota DPRD TTU Sebagai Tersangka, Praperadilan Diajukan Ke PN Kupang TURBULENSI DI RUANG SIBER, Diduga Robertus Salu Cemar Nama Baik Almarhumah dr. Icha di Medsos Keluarga Laporkan Resmi ke DPP Partai Perindo! Jebakan PAW Hanya Alih Kursi atau Penghentian Keadilan?, Kuasa Hukum Rian Kapitan, Singkap Dua Wajah Laporan Ke Jakarta: Pergantian Atau Penghentian Proses Pidana? Turbulensi di Jakarta, Pesawat Kehilangan Pilot Dokter Icha, Kuasa Hukum Fransisco Bessi, Guncang Tiga DPP Partai Siap Menopang Nasabah Terdampak Gempa Flores, Bank NTT Luncurkan Dua Skema Penangguhan Kredit — Proaktif Data Kerusakan Meski Belum Ada Pengajuan
Beranda Opini Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar Bicara

Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar Bicara

timor-raya.com
21 Desember 202521 Desember 2025Dibaca 56 Kali
Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

Penutup
Seperti seorang petani yang menanam padi: ada yang menghasilkan bulir penuh tetapi tidak pandai menata hasil panen, dan ada yang pandai menata tetapi ladangnya kosong. Keduanya tidak akan memberi manfaat maksimal. Yang dibutuhkan adalah petani yang menanam dengan bijak sekaligus pandai mengemas hasilnya. Begitu pula manusia: sebaik-baiknya adalah menjadi orang pintar yang Bicara  juga Orang yang pintar bicara 

Halaman: 1 2
“Words account for only 7% of meaningAhli komunikasi Albert Mehrabian menekankan bahwa dalam komunikasibukan sekadar bunyi.Orang Pintar yang Bicara vs Orang yang Pintar BicaraPlato pernah berkata: “Wise men speak because they have something to say; fools because they have to say something.” — mengingatkan bahwa esensi berbicara adalah isitetapi juga cara.while tone of voice and body language convey the rest.” — menunjukkan bahwa kepintaran berbicara bukan hanya soal kata
Sumber: Plato dan Albert Mehrabian
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya Salomiel Arnius Buraen, Anggota DPRD Kabupaten Kupang: Mata Air Oenesu
Pos berikutnya Mata Air Keruh Demokrasi: Dari Satu Kebohongan ke Rantai Kebohongan

Pos terkait

  • Menyelamatkan PPPK, Menyelamatkan Masa Depan Daerah

  • Bank NTT: Dari Menara Megah Menuju Penopang PAD

  • 9.000 PPPK Terancam Dirumahkan: Antara Efisiensi Fiskal dan Perlindungan Hak Pegawai

  • Negara Ikut Puasa, atau Minimal Berhenti Ngemil Kepercayaan Rakyat, Legalitas Sah, Kepercayaan Surut

  • Antonius Ratu Gah: Sekolah Gratis Itu Ilusi

  • Sepuluh Ribu yang Merenggut Nyawa YBR : Surat dari Gubuk Bambu di Tengah Hutan Kemiskinan

  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

Jaringan Social

  • RSS
Versi Non AMP
Didukung oleh WordPress / Tema: Bloggingpro
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum Kriminal
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Opini
  • Wisata
  • Advertorial
  • . . .
    • Olahraga
    • Sosial Budaya
    • Teknologi
    • Internasional
Exit mobile version