Kadis menutup dengan ajakan kepada masyarakat untuk melihat regulasi ini sebagai langkah maju dalam reformasi pendidikan di NTT, bukan sebagai beban baru. “Kami pastikan tidak ada anak NTT yang putus sekolah karena tidak mampu membayar. Negara hadir, dan masyarakat diajak berpartisipasi secara adil.”





