Pesan ini menjadi metafora tentang bahaya pengkhianatan terhadap amanah rakyat.
Dalam diskusi itu, gema sejarah kembali terdengar. Ir. Soekarno, proklamator sekaligus inspirasi PDI Perjuangan, pernah berpesan:
“Partai bukanlah alat untuk mencari kekuasaan semata, melainkan rumah besar bagi rakyat, tempat kaum kecil menemukan harapan.”
Pesan Bung Karno ini menjadi pengingat bahwa PDI Perjuangan adalah partai wong cilik, partai yang harus berpihak pada rakyat kecil.
Tokoh politik lokal menambahkan bahwa wakil rakyat di gedung parlemen tidak boleh melupakan mandat rakyat. Kursi DPRD bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah.
“Tugas utama wakil rakyat adalah memperjuangkan kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga kesejahteraan ekonomi. Jika lalai, maka kritik adalah obat yang menyembuhkan,” ujar seorang tokoh politik yang hadir.
Diskusi itu berakhir dengan pesan yang kuat dari Dessy Ballo:
“PDI Perjuangan adalah partai wong cilik. Jika kami lupa, ingatkanlah. Kritiklah kami. Karena hanya dengan itu kami bisa kembali ke jalan yang benar.”





