Gaji PPPK Tertahan Dua Bulan, Jawaban Bupati Kupang Yosef Lede Justru Balik Bertanya

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

“Kami mohon segera ada koordinasi. Jangan biarkan kami menunggu tanpa kepastian. Kami sudah mengabdi, kami hanya menuntut hak kami.”

Usul ini bukan sekadar keluhan, melainkan panggilan moral agar para pemimpin daerah menunjukkan keberpihakan nyata.

Bacaan Lainnya

Momentum Natal dan Tahun Baru
Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari mestinya menjadi ruang sukacita. Namun bagi PPPK Kabupaten Kupang, perayaan itu dibayangi kecemasan: apakah mereka bisa membeli kebutuhan keluarga, menyiapkan ibadah, atau sekadar berbagi kebahagiaan dengan anak-anak?

Ketidakpastian gaji menjadikan momentum sakral ini terasa getir.

Harapan di Tengah Badai
Ini bukan sekadar potret penderitaan, melainkan panggilan akuntabilitas. PPPK Kabupaten Kupang menunggu kepastian, bukan janji. Mereka menanti koordinasi antara eksekutif dan legislatif daerah dengan pemerintah pusat, agar hak sebagai abdi negara tidak lagi diperlakukan sebagai beban kelas bawah.

Karena pada akhirnya, abdi negara adalah wajah negara itu sendiri.

Redaksi Timor Raya: Adrianus Ndu Ufi 

Pos terkait