Gubernur juga menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka Nasional bukan hanya soal kehormatan, tetapi juga sebuah tanggung jawab besar untuk menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. Diharapkan Paulus dan Merlin mampu menularkan semangat disiplin, kerja keras, dan cinta tanah air kepada pelajar-pelajar lain di NTT.
Pada kesempatan tersebut, Merlin juga berbagi kisah pengalaman dan perjuangan dirinya bersama rekan-rekan Paskibraka lainnya selama menjalani pendidikan dan pelatihan Paskibraka Nasional.
“Dari awal kami dikumpulkan, kami diberi materi setiap harinya dari pagi sampai malam. Tepatnya pada14 Juli sampai 24 Juli, kami mendapat pembelajaran aktif, termasuk di Arsip Nasional. Kemudian mulai 25 Juli hingga 17 Agustus, kami fokus latihan di lapangan. Tiap hari bangun jam 04.00 pagi, latihan dari 07.15 sampai 17.00, lalu malamnya masih ada materi sampai jam 22.00. Rasanya berat, tapi justru di situ kami belajar arti disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan di antara kami,” cerita Merlin.
Gubernur Melki juga menanyakan cita-cita dari Merlin maupun Paulus kedepannya. Keduanya pun dengan kompak menyatakan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur berpesan agar pengalaman saat menjadi Paskibraka dapat dijadikan modal untuk meraih masa depan yang dicita-citakan.
