“Masih ada masyarakat yang belum terlayani aliran listrik. Selain itu, saya berharap PLN bisa memfasilitasi pemasangan lampu jalan di daerah-daerah tertentu, sehingga wajah Kabupaten Kupang bisa sedikit berubah menjadi lebih baik,” tambahnya.
PLN dan Tanggung Jawab Sosial
General Manager UIW NTT, Fransiskus Eko Sulistyono, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab PLN terhadap lingkungan.
“Merawat lingkungan adalah bagian dari kehidupan tempat PLN ada dan melayani masyarakat. Tahun 2025 ini kami menanam 5.000 pohon lengkeng, mangga, dan sukun di Desa Bolok, serta menyediakan 5.000 anakan bambu dan mahoni di Desa Nunkurus untuk ditanam di sekitar Daerah Aliran Sungai,” jelasnya.
Kehadiran yang Menguatkan
Acara penanaman pohon ini semakin meriah dengan kehadiran berbagai tokoh daerah: Anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, Asisten 3 Sekda Kabupaten Kupang Piter Sabneno, Camat Kupang Barat, Kepala Desa Bolok, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Kupang Barat, jajaran pimpinan dan karyawan PLN NTT, serta guru dan murid SD GMIT Bolok.
Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa gerakan menanam pohon bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau PLN, tetapi sebuah gerakan bersama.





