Kadis Joaz Oemboe, Dari Sawah ke Swasembada: NTT Menuju Lumbung Pangan

Reporter: Adrianus Ndu Ufi 
| Editor: Redaksi Timor Raya

Pencapaian 2025
Tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan produksi padi mencapai 906.000 ton, naik 36% dari tahun sebelumnya. Kabupaten Kupang bahkan ditetapkan sebagai salah satu lumbung pangan NTT berkat optimalisasi lahan nonrawat seluas 25.000 hektar dan program cetak sawah hampir 400 hektar. Atas capaian ini, NTT meraih penghargaan Penghasil Pangan Strategis  dan masuk dalam daftar lima provinsi terbaik di bidang pertanian bersama Jawa Barat, Banten, dan Papua Pegunungan.

Target 2026
Namun, menjaga capaian tidak kalah berat dibanding meraihnya. Target luas tanam 2026 ditetapkan 273.800 hektar, naik 9% dari tahun sebelumnya, dengan proyeksi produksi padi giling kering 1,16 juta ton. Jika tercapai, kebutuhan beras NTT yang berkisar 620.000–655.000 ton per tahun dapat terpenuhi tanpa harus bergantung pada pasokan luar daerah.

Bacaan Lainnya

Selain padi, komoditas jagung, sayuran, dan buah-buahan juga menjadi fokus untuk mendukung program makan gratis di NTT. Potensi lahan kering seluas 1,8 juta hektar diusulkan agar menjadi prioritas dalam program swasembada pangan melalui cetak sawah raya.

Dukungan dan Kolaborasi
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Pertanian, Gubernur dan Wakil Gubernur, Forkopimda, perguruan tinggi, BUMN, BUMD, sektor swasta, kelompok tani, penangkar benih, serta para penyuluh pertanian. Kolaborasi lintas sektor disebut sebagai kunci keberlanjutan swasembada pangan.

Pos terkait