Diduga Kades Oesusu Gunakan Foto Bantuan WC Sehat dari Dinas Perkim Sebagai LPJ Dana Desa, Inilah Klarifikasi dari Kades

Reporter: NU 
| Editor: NU

Dana Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, Rp. 103 Juta Belum direalisasikan.

Masalah penggunaan Dana Desa Oesusu tak berhenti pada program WC Sehat. Dugaan penyalahgunaan Dana Desa tahun anggaran 2025, berupa dana ketahanan pangan sebesar Rp103 juta yang ditransfer bendahara ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) sejak bulan Juli, juga belum terealisasi kepada masyarakat. Bantuan berupa bibit pertanian, pupuk dan obat tanaman hingga kini tidak pernah disalurkan.

“Dana sudah dicairkan, tapi bantuannya tidak pernah sampai ke kami. Sampai sekarang belum ada realisasi,” lanjut sumber tersebut.

Program Pembangunan Jalan Rabat 75 Meter Belum Rampung.

Selain dugaan penyalahgunaan dana desa untuk WC sehat dan Ketahanan pangan , warga juga melaporkan adanya pekerjaan fisik yang terbengkalai di wilayah Dusun VI Kiukenat, Desa Oesusu.

Proyek Jalan Rabat sepanjang 75 meter disebut belum rampung, bahkan 75 sak semen rusak akibat hujan karena dibiarkan tanpa pengawasan.

“Kami sudah siap jika Pak Kajari Oelamasi benar-benar turun ke lapangan. Kami akan tunjukkan bukti-bukti nyata di lokasi,” tegas warga.

Masyarakat Desa Oesusu kini berharap agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Oelamasi, Yupiter Selan bersama tim segera turun untuk melakukan investigasi lapangan terkait dugaan penyimpangan Dana Desa tahun 2024–2025 tersebut.

Pos terkait