Namun, Egy menekankan bahwa audit harus difokuskan hanya pada periode 2019-2024. Ia tidak ingin bertanggung jawab atas kondisi rumah jabatan sebelum periode tersebut, mengingat ketika dirinya mulai menjabat, rumah jabatan sudah dalam keadaan kosong.
“Audit ini harus dilakukan khusus untuk periode 2019-2024 saja. Kami tidak bisa bertanggung jawab atas kondisi rumah jabatan sebelum itu, karena kami juga masuk saat rumah dalam keadaan kosong,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD TTS, Hendrikus B. Babys (Heba), menyoroti buruknya pengelolaan aset daerah di lingkungan Sekretariat DPRD TTS. Heba bahkan menyindir dengan mempertanyakan apakah perabotan yang hilang itu benar-benar diambil oleh manusia atau justru “dibawa oleh setan atau jin.”
“Saya sangat menyesalkan pelayanan Sekwan terhadap pimpinan baru. Rumah jabatan seharusnya dipersiapkan dengan baik, tetapi faktanya, mereka masuk ke rumah yang kosong, seperti rumah tak terurus,” kata Heba.
Ia juga meminta Sekwan DPRD TTS, Alberth D.I. Boimau, untuk segera memberikan penjelasan mengenai keberadaan perabotan yang hilang.
Egy menanggapi sindiran tersebut dengan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membawa keluar barang-barang inventaris. Oleh karena itu, audit menjadi langkah terbaik untuk menghentikan polemik ini.





