Dengan kondisi internal yang lebih stabil, Bank NTT optimistis tahun buku 2026 akan menjadi fase kebangkitan. Penyaluran kredit ditargetkan lebih agresif sejak awal tahun, seiring dengan membaiknya portofolio dan disiplin pengelolaan biaya. Manajemen memproyeksikan dividen 2026 meningkat hingga sekitar Rp43,6 miliar.
“Kami menatap 2026 dengan penuh optimisme. Dengan tata kelola yang lebih kuat, kredit yang lebih berkualitas, dan manajemen yang solid, Bank NTT siap kembali memberi kontribusi maksimal bagi daerah,” tegas Charli.





