RUPS Bank NTT Ditunda ke 15 Mei, Pemegang Saham Siapkan Pertanyaan Strategis

Reporter: Adrianus Ndu Ufi  
| Editor: Redaksi Timor Raya

 

KUPANG — TIMOR- RAYA — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT yang semula dijadwalkan berlangsung pada Kamis (30/4) resmi ditunda ke Jumat (15/5). Penundaan dilakukan karena Gubernur NTT dan sejumlah bupati selaku pemegang saham tidak dapat hadir pada jadwal sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, membenarkan penundaan tersebut. “Iya, ditunda ke tanggal 15 Mei 2026. Pak Gubernur dan beberapa bupati ada acara sehingga tidak bisa hadir,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/4).

Sebelumnya, para pemegang saham, khususnya Seri A (pemerintah kabupaten/kota), telah menyiapkan sejumlah pertanyaan yang akan diajukan kepada jajaran pengurus Bank NTT dalam RUPS. Pertanyaan tersebut mencakup empat hal utama:

1. Penyertaan modal daerah terkait perubahan status Bank NTT dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perseroan Daerah (Perseroda), dengan penegasan bahwa kepemilikan saham pemerintah kabupaten/kota tidak boleh melebihi 51 persen saham Pemerintah Provinsi sebagai pemegang saham pengendali.
2. Kerja sama usaha bank (KUB) antara Bank NTT dan Bank Jatim yang berkaitan dengan modal inti minimum (MIM).
3. Strategi pengelolaan kredit bagi 12 ribu tenaga PPPK di NTT dengan total pinjaman mencapai Rp2,4 triliun.
4. Hubungan Direksi dan Komisaris dengan bupati/wali kota selaku pemegang saham yang dinilai belum terjalin secara optimal.

Pos terkait