Kasus ini membuka mata masyarakat: kepercayaan bisa jadi pintu masuk penipuan, namun koordinasi cepat aparat menjadi benteng terakhir.
Busalangga-Rote Ndao, ––Seperti ombak yang tampak tenang namun menyimpan arus kuat di bawah permukaan, kasus penipuan dengan modus hipnotis di Kelurahan Busalangga, Kabupaten Rote Ndao, mengingatkan kita bahwa ancaman bisa datang dalam bentuk yang paling halus. Tatapan mata dan sentuhan ringan ternyata mampu mengubah kepercayaan menjadi kerugian, hingga akhirnya menyeret seorang pedagang buah ke dalam jebakan yang merugikan.
Kronologi Kasus
Pedagang buah berinisial DFE melaporkan dirinya menjadi korban penipuan pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Pelaku berpura-pura membeli buah, lalu mengaku sebagai Pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Rote Ndao.Dengan dalih administrasi bantuan rumah, korban diminta menyerahkan KTP, Kartu Keluarga, dan uang Rp 650.000.
“Pelaku menatap mata korban dan menyentuh pundaknya, diduga menggunakan teknik hipnotis untuk meyakinkan korban,” jelas Kapolsek Rote Barat Laut, Ipda Andri Laniardi Pah, SH, Jumat (30/1/2026).
Pelaku bahkan sempat membonceng korban menuju Kompleks Perkantoran di Ba’a, namun kemudian berdalih kantor sudah tutup, sebelum akhirnya melarikan diri.
